Senin, 02 Mei 2011

Kisah Anak Kecil pembeli es cream.

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju
ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa
melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar
bingar mal yang serba wangi dan indah.

“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.

“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di
tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar.
Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

“Kalau plain cream berapa?”

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream
saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si
pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah
ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia
terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping
recehan seratusan yang tersusun rapi.

Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya
bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi
dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

ADA UDANG DI BALIK BATUNYA :
jangan pernah menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya, karena kebesaran dan kemuliaan itu bukan dari apa yang kita pakai dan namun dari seberapa mulia hati dan tindakan kita. Pandanglah indah semua ciptaan Tuhan,karena memang indahlah semua ciptaan Tuhan itu.


RELATED POST:
- BAI FANG LI (kisah pengorbanan yang menyentuh hati)
- Funny SMS in English
- Kekuatan tanpa kekerasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar